Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2025

Kutukan

Ketika aku kecil aku selalu mengalah pada kakak-kakaku dan adik-adiku. Saat ibuku sangat stres karena setiap anak punya keinginan berbeda-beda aku selalu mengalah. Meskipun aku banyak keinginan, aku selalu menekan keinginanku agar ibuku tidak terlalu menderita. Saat kakak-kakakku atau adiku tidak suka satu makanan mereka tidak akan memakanya, mereka akan marah jika ibuku tetap menyajikan makanan-makanan yang mereka tidak suka. Namun aku selalu mengalah, aku bilang kalau aku menyukainya, aku selalu memakannya. Sebenarnya aku juga tidak menyukainya, aku juga tidak ingin memakannya. Lalu ketika ibuku marah karena kelelahan mengerjakan banyak pekerjaan aku selalu membantunya, aku selalu mengalah mencuci sepatu kakak dan adikku, membersihkan piring dan lain-lain.  Saat aku membantunya, aku yang jadi bulan-bulanan, selalu aku di marahi dengan kata-kata yang menyakitkan. Apalagi setelah kuliah ibuku selalu berkata hal yang sangat menyakitkan padaku. Lambat laun kepribadian ibu...

Orang-orang

Ada orang-orang yang sial, ada orang-orang yang beruntung, ada orang-orang yang lebih beruntung lagi. Semunya ada tingkatannya. Se sial apapun dirimu selalu ada yang lebih sial darimu. Seberuntung apapun dirimu. Selalu ada yang lebih beruntung darimu. Pilihanya kamu akan melihat ke yang lebih beruntung atau yang lebih sial darimu. Jika kamu berada di tengah-tengah. Saat kamu melihat ke yang lebih beruntung kamu akan sakit hati. tapi saat kamu melihat ke yang lebih sial kamu akan bersyukur. Pilih saja apa yang akan membuatmu terpacu atau yang akan membuatmu jatuh. Tapi masalahnya bagaimana kamu meghadapi orang yang lebih beruntung darimu? Apaka kamu merasa kesal dan membencinya, karena iri padanya.  Lalu bagaimana bersikap pada orang yang lebih sial dari kita. Tentunya bukan memandang dia lebih rendah atau malah merendahkanya. Harus bersimpati padanya. Yang hidup enak tetap hidup enak. Yang keja keras tetaplah kerja keras. Siapa yang lebih Bahagia? Orang yang kerja keras selalu sibu...

Tentang Hal yang tidak ada apa-apanya seiring berjalannya waktu

Tentang Hal yang tidak ada apa-apanya seiring berjalannya waktu Hari-hari yang melelahkan, hari-hari yang membosankan, ia jalani setiap hari. Bagaimana membunuh bosan jika yang kau lakukan adalah sama setiap hari?. Saat punya banyak uang kita tak punya waktu. Saat banyak waktu kita tak punya uang banyak untuk jalan-jalan. Begitulah hidup, tidak seslalu sesuai dengan apa yang kita mau.  Rasanya sangat membosankan berjalan ke kantor, bermacet-macetan. Melakukan pekerjaan yang sama, memegang kertas yang sama, duduk dikursi yang sama di depan computer yang sama. Bertemu orang-orang yang sama. Berapa puluh tahun hal itu dilakukan berulang-ulang sampai kita tua nanti?

TKW

Hei kau… Aku ingin bercerita tentang kisah yang paling menyedihkan dalam hidupku, tidak ada happy ending seperti drama korea. Ketika aku menulisnya aku bergidik ngeri mengingat semuanya. Sampai aku ragu apakah harus kulanjutkan atau aku simpan saja sendiri didalam hatiku, dan kubiarkan rahasia tetaplah rahasia kukubur semua Bersama luka hati yang mendalam. Tapi aku hanya ingin bercerita..aku hanya ingin…ah sudahlah kau dengar saja. Kisah pilu ini bermula ketika umur 17 tahun. Aku terlahir dikeluarga yang serba kekurangan. Meski begitu keluarga kami sangat sederhana dan hangat. Rumah kami kecil berdinding bamboo dan beratap kayu. Kami hanya tinggal berempat dirumah. Keluarga kami sangat kesulitan ekonominya, jadi saat aku lulus SMA aku memutuskan pergi ke negeri orang yang untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Berangkat sebagai TKW, aku anak yang baru mengenal sejengkal dunia harus melalui berbagai kesulitan dinegeri orang. kau tidak tahu betapa sulitnya beradaptasi dengan budaya or...

Aku tak ingin menikah

Ibuku selalu mengatakan kamu harus lebih baik, lebih baik lagi dan lebih baik lagi. Kamu harus menjadi orang yang pintar dan berpendidikan tinggi. Agar kamu punya nilai, bisa dengan mudah mencari kerja dan bisa menikah dengan bos yang kaya raya agar keluarga kita bisa berubah dan naik derajat. Begitulah yang selalu ditekankan padaku setiap hari, sejak aku masih duduk di bangku SMP.  Dia melarangku pacarana dengan sembarang orang, juga melarang berteman dengan tetangga-tengga kampung yang miskin dan tidak berpendidikan, sampai aku tak punya banyak teman dan hingga lulus kuliah aku bahkan tak punya kekasih. Itu karena aku pilih-pilih dalam hidup. Kami bukan keluarga kaya raya, dan ibuku sangat meyakini bahwa kami miskin, walaupun sebanarnya keluargaku miskin-miskin banget karena kami masih bisa makan, masih cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Serba kekurangan adalah wajar, tidak bisa dikategorikan miskin’ jika serba kekurangan itu karena keinginan kita yang terlal...

Topeng Monyet

Tadi pagi ketika akan berangkat kerja aku bertemu dengam topeng monyet dijalan. Si monyet terikat rantai besi di leher, di kendalikan oleh manusia. Ketika mulai beraksi banyak ibu-ibu beserta anak-anaknya gembira sekali menyaksikan tingkah si monyet yang menggemaskan. Anak-anak tertawa riang, mereka terlihat sangat bahagia. Sungguh pemandangan yang miris bagiku. Manusia merenggut kebebasan hewan dan mengendalikan semua yang dikehendakinya. Sejak ribuan tahuan yang lalu, manusia memang makhluk biadab dan sangat egois. Serakah dan perusak. Ribuan bahkan jutaan spesies punah akibat ulah manusia. Betapa kejamnya. Ketika melihat topeng monyet,hewan kecil tak berdaya di permainkan, bahkan anak-anak sangat riang menyaksikannya.  Secara tidak langsung, manusia sudah menanamkan  kebiadaban sejak kecil, sejak anak-anak. Aku mencintai hewan, menyayangi tumbuhan. Bagiku, aku dan mereka tiada beda. Kita semua makhluk Tuhan,. Saya menyaksikan topeng monyet tadi pagi. Anak-anak terlihat sang...

Mencari kerja

Sejak kuliah, aku adalah orang yang ambisius, aku adalah mahasiswa yang selalu bersemangat setiap hari. Karena aku yakin kuliah akan membuatku jadi orang yang sukses. 2017 yang lalu aku lulus kuliah dan mulai mencari kerja kesana kemari.  Aku lulus dengan predikat hampir cumlaude hanya kurang 0.000000001 dan lulus dalam waktu yang singkat 3.7 bulan. Sebuah prestasi yang membanggakan bagiku yang merasa salah jurusan. Meski aku tidak tahu harus bekerja apa, aku merasa bersemangat setiap hari untuk mencari kerja. Aku tidak membuang waktuku untuk rehat atau santai sejenak setelah bergelut dengan buku-buku yang tidak aku sukai selama bertahun-tahun. Aku berpikir dengan modal pengetahuan dan pengalaman selama kuliah akan membawaku pada perusahaan-perusahaan besar spt BUMN, Astra dan lain-lain. Nyatanya hidup tidak selalu sesuai dengan apa yang kita harapkan. Bekal IPK diatas 3 dan lulusan Universitas negeri tidak menjaminmu mendapatkan pekerjaan semudah membalikan tangan.  Sudah ham...

13 Juli 2020

Hari ini Ada sesuatu yang menggangu pikiranku. Ketika aku ditanya seks sebelum nikah? Jawabanku begini “ aku tidak peduli dan tidak mau peduli pada orang-orang yang melakukan seks sebelum nikah. Aku tidak membenarkan seks sebelum nikah. Tapi juga tidak menyalahkan orang-orang yang melakukan seks sebelum nikah. Bagiku, itu masalah pribadi masing-masing. Bagi mereka yang ingin melakukan seks sebelum nikah mereka harus sudah siap menerima semua konsekuensinya. Baik itu yg negatif atau positifnya (meskipun mungkin bagiku tidak ada positifnya), mungkin lebih banyak negatifnya, Misal dari kehamilan, penyakit kelamin atau hukum adat dalam bentuk rasa bersalah. Oleh karena itu pendidikan seks sangat penting sejak dini. Jadi dari kecil anak-anak harusnnya sudah diperkenalkan dengan pendidikan seks sehingga mereka tidak menganggap hal yang tabu terhadap seks, dan mereka ketika remaja sudah mengerti dan mampu memposisikan diri mereka.Suatu hal yang tabu tidak bisa dipungkiri membuat banyak...

Guru yang selalu Mengingat Muridnya (20 Juli 2020)

Namanya adalah bu Yanti, dia guru biologiku ketika SMA dulu. Perwakanya kecil dan jalanya cepat. Dia guru yang pintar dan modern. Saat semua guru masih manual menjelaskan denga papan tulis, bu yanti sudah menggunakan power point untuk menjelaskan materi. Kebanyakan dari guru sering bercerita tentang kisah hidupnya atau kisah-kisah tidak penting lainya, mungkin maksudnya adalah untuk menginspirasi. Sayangnya kita sebagai murid terkadang bosan dan jenuh jika guru hanya membahas hidupnya sendiri. Bu Yanti hanya menjelaskan materi. Memang seperti akan membosankan jika hanya berkutat mengurus materi. Tapi ternyata sangat menyenangkan. Biologi adalah satu-satunya bidang pelajaran yang aku sukai di kelas. Entah karena gurunya pintar menjelaskan atau memang kharismanya dalam mempengaruhi murid. Bu Yanti selalu memperhatikan hal-hal kecil tentang muridnya. Bahkan sebuah nama. Kebanyakan hanya murid yang mengenal nama gurunnya. Jarang sekali guru tahu nama-nama muridnya. Karena hanya ada dua tip...

Bijak dalam menggunakan Sosmed (13 Juli 2020)

Kenapa orang-orang berlomba-lomba untuk membuat sebuah postingan yang baik, psotingan yang bagus yang diagung-agungkan.sehingga kadang mengorbankan sesuatu yang penting dalam hidup kita. Waktu dan kenikmatan.Nilai kita tidak ditentukan dengan berapa banyak followers kita, brapa banyak like atau kommen foto kita di IG Saat kita traveling, kita berusahaa mencari spot terbaik untuk memotret, lupa untuk menikmati alam. Lupa untuk memejamkan mata merasakan angin yang berhembus, lupa untuk mengagungi pemandangan yang indah karena kita disibukan dengan berbagai pose. Kita disibukan dengan pikiran gaya apa, harus bagaiamana. Ketika hendak makan bahkan kita tidak memulai dengan berdoa dan bersyukur, yang kita lakukan adalah memotret dan membagikannya di insta story. Seolah-olah yang lebih penting adalah foto kita di IG/facebook. Kita mengahabiskan waktu untuk melihat-lihat story orang yang akhirnya membandingkan diri kita dengan nilai orang lain. Yang lebih penting adalah dunia nyata bukan dun...

Bijak dalam menggunakan Sosmed

  Kenapa orang-orang berlomba-lomba untuk membuat sebuah postingan yang baik, yang diagung-agungkan.sehingga kadang mengorbankan sesuatu yang penting dalam hidup kita. Waktu dan kenikmatan.Nilai kita tidak ditentukan dengan berapa banyak followers kita, brapa banyak like atau kommen  foto kita di IG. Saat kita traveling, kita berusahaa mencari spot terbaik untuk memotret, lupa untuk menikmati alam. Lupa untuk memejamkan mata merasakan angin yang berhembus, lupa untuk mengagungi pemandangan yang indah karena kita disibukan dengan berbagai pose. Kita disibukan dengan pikiran gaya apa, harus bagaiamana. Ketika hendak makan bahkan kita tidak memulai dengan berdoa dan bersyukur, yang kita lakukan adalah memotret dan membagikannya di insta story. Seolah-olah yang lebih penting adalah foto kita di IG/facebook. Kita mengahabiskan waktu untuk melihat-lihat story orang yang akhirnya membandingkan diri kita dengan nilai orang lain. Yang lebih penting adalah dunia nyata bukan dunia maya. ...

03 September 2021

 Hari ini aku sangat marah pada diriku sendiri. Aku pikir aku sudah menajadi ornag yang lebih baik, lebih teliti. Ternyata aku sama sekali tidak fokus. KPIku miss semua karena ketidakpedulian dan ketidaktelitianku. Hidupku sedikit berantakan karena aku tidak fokus dan kurang tertata. Aku kesal sendiri, harusnya aku bisa lebih teliti. Sekarang aku merasa menyesal karena sering mengabaikan hal-hal kecil tapi sangat penting bagi hidupku. Tapi... aku memaafkan diriku, aku akan terus belajar menjadi lebih baik. Mungkin sekarang aku marah. Tapi aku bisa mencobanya terus.

Tersesat dalam Hasrat

 Di dunia yang terlalu berisik, di kota yang selalu ramai aku  terpojok dalam kesendirian. Merasakan bagaimana hatiku di patahkan untuk kesekian kalinya. Seakan seluruh dunia menolakku, seakan semua orang meninggalkanku. Sejak awal, aku tahu bahwa aku jangan berharap, hatiku terus mengatakan bahwa aku  hanya harus diam, jangan pernah mencobanya, jangan pernah mengharapkanya. Tapi hatiku yang bebal, terus menerus tersipu saat melihatnya, ada hasrat selalu ingin mendekatinya.    Namun begitulah aku mulai tersesat dalam hasratku sendiri. aku menginginkanya, tapi aku tidak bisa menggapainya. hatiku terasa sakit, memikirkan tidak akan pernah memilikinya.       Kekecewaan berawal dari harapan yang tidak pernah sampai. Namun ketika tidak punya harapan bukankah hatiku terasa mati, bukankah aku hanya hidup mengikuti arus kehidupan tanpa punya sesuatu yang aku ingin lakukan. dan tidak ada kehidupan tanpa harapan. Kata Budha, penderitaan sesun...

Tanpa Suara

“Tetotet, Tetotet” begitulah suara abang somay membuyarkan lamuna Amy di Tengah malam karena tidak bisa tidur, memikirkan banyak hal. Disaat umur-umur 25 ini,  ada banyak hal yang membuat Amy sering kesulitan tidur karena memikirkan banyak hal. Anak muda zaman sekarang mungkin mengatakan  sebagai quarter Life Crisis dimana  setiap hari terus merasakan kecemasan tentang masa depan. ada banyak keresahan dalam hidupnya yang terus saja membuat kepalanya berputar hingga ia kesulitan untuk memejamkan mata. Masalah-masalah hidup, konflik dengan orang tua, karir yang stuck, usia yang terus bertambah tapi belum menikah, teman-teman yang toxic, perang Israel dan Palestina yang tiadak berkesudahan,perang dagang AS dan China, bumi yang semakin panas, sampah yang semakin menggunung, polusi Jakarta. Dan banyak hal lainya yang tdak bisa ia lewatkan dalam lamunan panjangnya.     Bicara masalah polusi Jakarta, kini Amy sedang tidak sehat karena sulit membiasakan diri berper...

Tentang Kunjungan, Ketulusan dan langit senja

       Tiga hari ini aku melakukan hal yang cukup aneh, menjenguk seseorang yang bahkan belum lama kukenal, seseorang yang kutemui dari aplikasi kencan. Rasanya asing, sedikit konyol, dan jujur saja... aku tidak yakin untuk apa aku melakukannya.      Setiap kali berjalan menuju rumah sakit, aku selalu bertanya-tanya: apakah ini buang-buang waktu? Dari segi materi, aku cukup banyak mengeluarkan tenaga, waktu, bahkan uang (meskipunya hanya sedikit tapi karena aku sangat perhitungan, itu menjadi beban untuku). Aku membeli kebutuhan kecil untuknya, menembus teriknya matahari dan hiruk-pikuk kota yang semrawut seperti kabel-kabel yang menjuntai, meliuk-liuk, saling melilit, menyilang dan bahkan menumpuk seperti benang kusut. sesaat aku berpikir, mungkin begitu juga pikiranku akhir-akhir ini.      Kota ini sangat kacau. Macet, panas, kumuh, penuh orang-orang emosional yang membuatku bahkan enggan berbincang dengan siapapun. mungkin pikiran mer...