Ketika aku kecil aku selalu mengalah pada kakak-kakaku dan adik-adiku. Saat ibuku sangat stres karena setiap anak punya keinginan berbeda-beda aku selalu mengalah. Meskipun aku banyak keinginan, aku selalu menekan keinginanku agar ibuku tidak terlalu menderita. Saat kakak-kakakku atau adiku tidak suka satu makanan mereka tidak akan memakanya, mereka akan marah jika ibuku tetap menyajikan makanan-makanan yang mereka tidak suka. Namun aku selalu mengalah, aku bilang kalau aku menyukainya, aku selalu memakannya. Sebenarnya aku juga tidak menyukainya, aku juga tidak ingin memakannya. Lalu ketika ibuku marah karena kelelahan mengerjakan banyak pekerjaan aku selalu membantunya, aku selalu mengalah mencuci sepatu kakak dan adikku, membersihkan piring dan lain-lain.
Saat aku membantunya, aku yang jadi bulan-bulanan, selalu aku di marahi dengan kata-kata yang menyakitkan. Apalagi setelah kuliah ibuku selalu berkata hal yang sangat menyakitkan padaku. Lambat laun kepribadian ibuku mulai tertanam padaku, aku menjadi orang yang tempramen, aku juga tidak ingin mengalah dari siapapun. Aku selalu berkata hal-hal yang yang menyakitkan pada orang lain. Kenapa aku begitu, karena aku merasa sangat tersakiti ketika kecil, harga diriku rendah karena ibuku selalu memojokankanku.
Tapi saat aku sadari sekarang, aku merasalebih baik. aku jarang marah, aku berdamai dengan hidupku. aku memeluk diriku kecil yang terluka. aku ingin mengatakan tidak apa-apa, aku baik-baik saja samapai saat ini aku masih bertahan meski rasanya sepi dan berkabut.
Komentar
Posting Komentar