Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

Penerimaan

aku harus menerima bahwa ya memang hidupku seperti ini. Aku telat menikah, aku tidak punya banyak teman, aku juga sandwich generation. aku tidak cukup pintar untuk mengatur keuangan, aku tidak cukup pintar membuat strategi hidup. aku di lahirkan di di orang tua miskin, di kampung kecil yang tertinggal, aku tidak di lahirkan istimewa dengan penampilan menarik atau kepribadian mnyenangkan, aku tidak pandai menjaga hubungan pertememanan, tidak pandai berkawan. yah itulah aku. aku harus menerimanya. aku punya banyak keinginan tapi aku lupa diri akan penerimaan. orang pintar bilang kita harus berdamai, kita harus menerima keadaan diri kita. tapi sulit menerima kenyataan, apalagi jika di sekeliling kita sudah jauh meninggalkan kita.  Tuhan aku ingin tahu caranya berdamai dengan diri sendiri, menerima setiap kekurangan dan kelemahan. berikan aku petunjuk dan cara untuk keluar dari masalah ini. Hal lainya yang harus ku terima dalam hidup ini adalah bahwa aku berjalan sendirian, aku tid...

Mencari makna di usia 30

  Aku sering merasa bahwa hidupku sangat tidak menarik, aku merasa aku hanya menghabiskan waktu untuk hal-hal yang sia-sia. tidak produktif, tidak punya makna hidup dan terlalu tidak menarik untuk ku ingat.  Hal ini aku sadari ketika aku tumbuh semakin tua dan aku sadar bahwa aku tidak jadi apa-apa dan tidak punya siapa-siapa dalam hidup kecuali keluargaku. aku punya orang tua utuh, adik dan kakak yang selalu support meski sekarang semuanya berjalan masing-masing. aku merasa sepi dan sendirian. karirpun stuck, relationship selalu gagal, tidak punya banyak teman. dan aku hanya menghabiskan waktu untuk scroll social media bahkan pernah kecanduan game mobile legend dan anime. Tapi apakah aku benar-benar semenyedihkan itu? apakah aku benar-benar merasa se loser itu. aku akan breakdown apa saja yang ku lalui dalam hidup. coba kita lihat lagi ke belakang apa yang penting di dalam hidup. aku akan melewatkan SD-SMP bukan tidak penting tapi aku masih kecil. namun aku juga menjadi anak ...

Bukan Cinderella

Hari ini aku merasa emosiku diaduk-aduk. Aku tidak tahu apa yang sedang kurasakan sekarang. Apakah aku sedih, hampa, atau bosan? Aku tidak bisa memetakannya. Setiap hari aku melakukan hal yang sama. Aku merasa bosan dengan rutinitasku. Aku hanya pergi bekerja, menjalaninya secara otomatis, seperti robot. Dulu, saat berusia 25 tahun, aku ingin melanjutkan S2. Tapi situasinya tidak memungkinkan. Aku adalah bagian dari sandwich generation . Aku tidak punya tabungan, uangku habis untuk membantu adik-adikku. Meskipun ada beasiswa, aku tetap harus bekerja agar semuanya tetap berjalan. Lalu, aku mulai merasa ingin menikah. Aku sangat iri melihat teman-temanku yang punya pasangan. Mereka punya seseorang untuk berbagi roti, untuk tertawa bersama, untuk pergi ke tempat-tempat indah dan menciptakan kenangan. Tapi setelah kupikirkan lagi, mungkin aku memang merasakan itu... tapi aku juga sadar, aku belum benar-benar ingin menikah. Aku hanya tertekan oleh lingkungan dan orang-orang di sekitarku....

Sepi

 aku merasa sepi duduk termenung seorang diri.  ada kehampaan yang menusuk ulu ati tapi entah bagaimana aku harus mengobati diantara riuhnya notifikasi Tidak ada yang benar-benar menyapaku disini dunia maya hanya dopamin semu aku bertanya kepada malam kemana rasa rindu harus ku bawa pergi?