Langsung ke konten utama

Postingan

Lelah

 stuck di dalam hidup, aku bertanya-tanya apa yang harus ku lakukan? apakah aku harus berhenti bekerja selama satu bulanan? tapi itu tdak mungkin di saat aku bahkan tidak punya dana darurat. apakah aku harus pindah kota? harus ganti pekeraan atau aku harus apa? perasaan kosong, sendiri dan bosa ini terus menerus menggerogoti mentalku. aku ingin merasakan ketika aku benar-benar merasa hidup seprti dulu. even ada banyak masalah aku selalu merasa aku hidup. tapi saat ini aku tidak punya masalah tapi aku merasa mati, sendiri dalam sepi. aku mulai merasa sakit, termenung dalam kesedihan melihat semua orang sudah jauh melangkah. melihat semua teman sudah punya anak, suami dan hal-hal yang mereka cintai. meski hidup terasa berat tapi jika punya cinta aku yakin bisa melewatinya. sedangkan sakitku hanya sendiri, tidak ada teman untuk bicara, tidak ada kekasih untuk mendampingi. kosong dan sepi. perasaan sakit itu muncul dari harapan-harapan yang tidak pernah terealisasi. aku berharap aku pu...
Postingan terbaru

Penerimaan

aku harus menerima bahwa ya memang hidupku seperti ini. Aku telat menikah, aku tidak punya banyak teman, aku juga sandwich generation. aku tidak cukup pintar untuk mengatur keuangan, aku tidak cukup pintar membuat strategi hidup. aku di lahirkan di di orang tua miskin, di kampung kecil yang tertinggal, aku tidak di lahirkan istimewa dengan penampilan menarik atau kepribadian mnyenangkan, aku tidak pandai menjaga hubungan pertememanan, tidak pandai berkawan. yah itulah aku. aku harus menerimanya. aku punya banyak keinginan tapi aku lupa diri akan penerimaan. orang pintar bilang kita harus berdamai, kita harus menerima keadaan diri kita. tapi sulit menerima kenyataan, apalagi jika di sekeliling kita sudah jauh meninggalkan kita.  Tuhan aku ingin tahu caranya berdamai dengan diri sendiri, menerima setiap kekurangan dan kelemahan. berikan aku petunjuk dan cara untuk keluar dari masalah ini. Hal lainya yang harus ku terima dalam hidup ini adalah bahwa aku berjalan sendirian, aku tid...

Mencari makna di usia 30

  Aku sering merasa bahwa hidupku sangat tidak menarik, aku merasa aku hanya menghabiskan waktu untuk hal-hal yang sia-sia. tidak produktif, tidak punya makna hidup dan terlalu tidak menarik untuk ku ingat.  Hal ini aku sadari ketika aku tumbuh semakin tua dan aku sadar bahwa aku tidak jadi apa-apa dan tidak punya siapa-siapa dalam hidup kecuali keluargaku. aku punya orang tua utuh, adik dan kakak yang selalu support meski sekarang semuanya berjalan masing-masing. aku merasa sepi dan sendirian. karirpun stuck, relationship selalu gagal, tidak punya banyak teman. dan aku hanya menghabiskan waktu untuk scroll social media bahkan pernah kecanduan game mobile legend dan anime. Tapi apakah aku benar-benar semenyedihkan itu? apakah aku benar-benar merasa se loser itu. aku akan breakdown apa saja yang ku lalui dalam hidup. coba kita lihat lagi ke belakang apa yang penting di dalam hidup. aku akan melewatkan SD-SMP bukan tidak penting tapi aku masih kecil. namun aku juga menjadi anak ...

Bukan Cinderella

Hari ini aku merasa emosiku diaduk-aduk. Aku tidak tahu apa yang sedang kurasakan sekarang. Apakah aku sedih, hampa, atau bosan? Aku tidak bisa memetakannya. Setiap hari aku melakukan hal yang sama. Aku merasa bosan dengan rutinitasku. Aku hanya pergi bekerja, menjalaninya secara otomatis, seperti robot. Dulu, saat berusia 25 tahun, aku ingin melanjutkan S2. Tapi situasinya tidak memungkinkan. Aku adalah bagian dari sandwich generation . Aku tidak punya tabungan, uangku habis untuk membantu adik-adikku. Meskipun ada beasiswa, aku tetap harus bekerja agar semuanya tetap berjalan. Lalu, aku mulai merasa ingin menikah. Aku sangat iri melihat teman-temanku yang punya pasangan. Mereka punya seseorang untuk berbagi roti, untuk tertawa bersama, untuk pergi ke tempat-tempat indah dan menciptakan kenangan. Tapi setelah kupikirkan lagi, mungkin aku memang merasakan itu... tapi aku juga sadar, aku belum benar-benar ingin menikah. Aku hanya tertekan oleh lingkungan dan orang-orang di sekitarku....

Sepi

 aku merasa sepi duduk termenung seorang diri.  ada kehampaan yang menusuk ulu ati tapi entah bagaimana aku harus mengobati diantara riuhnya notifikasi Tidak ada yang benar-benar menyapaku disini dunia maya hanya dopamin semu aku bertanya kepada malam kemana rasa rindu harus ku bawa pergi?

Kutukan

Ketika aku kecil aku selalu mengalah pada kakak-kakaku dan adik-adiku. Saat ibuku sangat stres karena setiap anak punya keinginan berbeda-beda aku selalu mengalah. Meskipun aku banyak keinginan, aku selalu menekan keinginanku agar ibuku tidak terlalu menderita. Saat kakak-kakakku atau adiku tidak suka satu makanan mereka tidak akan memakanya, mereka akan marah jika ibuku tetap menyajikan makanan-makanan yang mereka tidak suka. Namun aku selalu mengalah, aku bilang kalau aku menyukainya, aku selalu memakannya. Sebenarnya aku juga tidak menyukainya, aku juga tidak ingin memakannya. Lalu ketika ibuku marah karena kelelahan mengerjakan banyak pekerjaan aku selalu membantunya, aku selalu mengalah mencuci sepatu kakak dan adikku, membersihkan piring dan lain-lain.  Saat aku membantunya, aku yang jadi bulan-bulanan, selalu aku di marahi dengan kata-kata yang menyakitkan. Apalagi setelah kuliah ibuku selalu berkata hal yang sangat menyakitkan padaku. Lambat laun kepribadian ibu...

Orang-orang

Ada orang-orang yang sial, ada orang-orang yang beruntung, ada orang-orang yang lebih beruntung lagi. Semunya ada tingkatannya. Se sial apapun dirimu selalu ada yang lebih sial darimu. Seberuntung apapun dirimu. Selalu ada yang lebih beruntung darimu. Pilihanya kamu akan melihat ke yang lebih beruntung atau yang lebih sial darimu. Jika kamu berada di tengah-tengah. Saat kamu melihat ke yang lebih beruntung kamu akan sakit hati. tapi saat kamu melihat ke yang lebih sial kamu akan bersyukur. Pilih saja apa yang akan membuatmu terpacu atau yang akan membuatmu jatuh. Tapi masalahnya bagaimana kamu meghadapi orang yang lebih beruntung darimu? Apaka kamu merasa kesal dan membencinya, karena iri padanya.  Lalu bagaimana bersikap pada orang yang lebih sial dari kita. Tentunya bukan memandang dia lebih rendah atau malah merendahkanya. Harus bersimpati padanya. Yang hidup enak tetap hidup enak. Yang keja keras tetaplah kerja keras. Siapa yang lebih Bahagia? Orang yang kerja keras selalu sibu...