stuck di dalam hidup, aku bertanya-tanya apa yang harus ku lakukan? apakah aku harus berhenti bekerja selama satu bulanan? tapi itu tdak mungkin di saat aku bahkan tidak punya dana darurat. apakah aku harus pindah kota? harus ganti pekeraan atau aku harus apa? perasaan kosong, sendiri dan bosa ini terus menerus menggerogoti mentalku. aku ingin merasakan ketika aku benar-benar merasa hidup seprti dulu. even ada banyak masalah aku selalu merasa aku hidup. tapi saat ini aku tidak punya masalah tapi aku merasa mati, sendiri dalam sepi. aku mulai merasa sakit, termenung dalam kesedihan melihat semua orang sudah jauh melangkah. melihat semua teman sudah punya anak, suami dan hal-hal yang mereka cintai. meski hidup terasa berat tapi jika punya cinta aku yakin bisa melewatinya. sedangkan sakitku hanya sendiri, tidak ada teman untuk bicara, tidak ada kekasih untuk mendampingi. kosong dan sepi. perasaan sakit itu muncul dari harapan-harapan yang tidak pernah terealisasi. aku berharap aku pu...
aku harus menerima bahwa ya memang hidupku seperti ini. Aku telat menikah, aku tidak punya banyak teman, aku juga sandwich generation. aku tidak cukup pintar untuk mengatur keuangan, aku tidak cukup pintar membuat strategi hidup. aku di lahirkan di di orang tua miskin, di kampung kecil yang tertinggal, aku tidak di lahirkan istimewa dengan penampilan menarik atau kepribadian mnyenangkan, aku tidak pandai menjaga hubungan pertememanan, tidak pandai berkawan. yah itulah aku. aku harus menerimanya. aku punya banyak keinginan tapi aku lupa diri akan penerimaan. orang pintar bilang kita harus berdamai, kita harus menerima keadaan diri kita. tapi sulit menerima kenyataan, apalagi jika di sekeliling kita sudah jauh meninggalkan kita. Tuhan aku ingin tahu caranya berdamai dengan diri sendiri, menerima setiap kekurangan dan kelemahan. berikan aku petunjuk dan cara untuk keluar dari masalah ini. Hal lainya yang harus ku terima dalam hidup ini adalah bahwa aku berjalan sendirian, aku tid...