Langsung ke konten utama

Aku tak ingin menikah

Ibuku selalu mengatakan kamu harus lebih baik, lebih baik lagi dan lebih baik lagi. Kamu harus menjadi orang yang pintar dan berpendidikan tinggi. Agar kamu punya nilai, bisa dengan mudah mencari kerja dan bisa menikah dengan bos yang kaya raya agar keluarga kita bisa berubah dan naik derajat. Begitulah yang selalu ditekankan padaku setiap hari, sejak aku masih duduk di bangku SMP. 
Dia melarangku pacarana dengan sembarang orang, juga melarang berteman dengan tetangga-tengga kampung yang miskin dan tidak berpendidikan, sampai aku tak punya banyak teman dan hingga lulus kuliah aku bahkan tak punya kekasih. Itu karena aku pilih-pilih dalam hidup.
Kami bukan keluarga kaya raya, dan ibuku sangat meyakini bahwa kami miskin, walaupun sebanarnya keluargaku miskin-miskin banget karena kami masih bisa makan, masih cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Serba kekurangan adalah wajar, tidak bisa dikategorikan miskin’ jika serba kekurangan itu karena keinginan kita yang terlalu banyak. Sehingga menyebabkan banyak kebutuhan yang tidak terpenuhi.
Tentu saja orang-orang kaya juga adalah orang-orang yang serba kekurangan. Karena setiap hari mereka menghabiskan waktu bahkan sampai mengambil pinjaman yang sangat besar dari bank untuk memenuhi keinginanya, bukan kebutuhan tentunya. Karena sejatinya manusia tidak akan pernah puas. Walaupun punya gunus emas mereka tidak akan pernah cukup. Bahkan jika kamu sudah sangat tajir melintir, keinginamu akan teus bertambah.
Ibuku mulai resah, karena aku tak kunjung mendapat jodoh, dan dia tak kunjung mendapat menantu, tentunya bos yang kaya raya sesuai yang dia harapkan. Walau begitu, aku masih sangat santai dengan hidupku, aku tidak terlalu menginginkan calon suami yang kaya raya, bahkan berbanding terbalik dengan ibuku aku hanya ingin orang yang sederhana. Hidup dikampung dengan rumah kayu dan kebun sayur dihalamanya. Tapi Ketika aku megutarakannya dia selalu kesal dan bilang “ Hidup jadi orang miskin itu susah, nih contoh ibu.”
Suatu hari kami pulang dari sebuah pusat perbelanjaan, karena tidak punya mobil. Tentu saja kami harus naik angkot. Sepanjang perjalanan ibu ku hanya mengomel “begini nih kalua kita tidak punya mobil, naik angkot panas, mana macet. Belum lagi berisik dengan pengamen”. Aku hanya diam, malas sekali ku balas omelanya.
Sepulang dari mall, aku berkata pada ibu, aku tidak ingin menikah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lelah

 stuck di dalam hidup, aku bertanya-tanya apa yang harus ku lakukan? apakah aku harus berhenti bekerja selama satu bulanan? tapi itu tdak mungkin di saat aku bahkan tidak punya dana darurat. apakah aku harus pindah kota? harus ganti pekeraan atau aku harus apa? perasaan kosong, sendiri dan bosa ini terus menerus menggerogoti mentalku. aku ingin merasakan ketika aku benar-benar merasa hidup seprti dulu. even ada banyak masalah aku selalu merasa aku hidup. tapi saat ini aku tidak punya masalah tapi aku merasa mati, sendiri dalam sepi. aku mulai merasa sakit, termenung dalam kesedihan melihat semua orang sudah jauh melangkah. melihat semua teman sudah punya anak, suami dan hal-hal yang mereka cintai. meski hidup terasa berat tapi jika punya cinta aku yakin bisa melewatinya. sedangkan sakitku hanya sendiri, tidak ada teman untuk bicara, tidak ada kekasih untuk mendampingi. kosong dan sepi. perasaan sakit itu muncul dari harapan-harapan yang tidak pernah terealisasi. aku berharap aku pu...

Bukan Cinderella

Hari ini aku merasa emosiku diaduk-aduk. Aku tidak tahu apa yang sedang kurasakan sekarang. Apakah aku sedih, hampa, atau bosan? Aku tidak bisa memetakannya. Setiap hari aku melakukan hal yang sama. Aku merasa bosan dengan rutinitasku. Aku hanya pergi bekerja, menjalaninya secara otomatis, seperti robot. Dulu, saat berusia 25 tahun, aku ingin melanjutkan S2. Tapi situasinya tidak memungkinkan. Aku adalah bagian dari sandwich generation . Aku tidak punya tabungan, uangku habis untuk membantu adik-adikku. Meskipun ada beasiswa, aku tetap harus bekerja agar semuanya tetap berjalan. Lalu, aku mulai merasa ingin menikah. Aku sangat iri melihat teman-temanku yang punya pasangan. Mereka punya seseorang untuk berbagi roti, untuk tertawa bersama, untuk pergi ke tempat-tempat indah dan menciptakan kenangan. Tapi setelah kupikirkan lagi, mungkin aku memang merasakan itu... tapi aku juga sadar, aku belum benar-benar ingin menikah. Aku hanya tertekan oleh lingkungan dan orang-orang di sekitarku....

5 kebiasaan baik yang akan membuat harimu lebih produktif

Pernahkah kamu bangun pagi dengan rasa letih, mager, tidak segar dan tidak bersemangat?? kita mengawali hari dengan tidak nyaman, jadi bagaimana bisa hari kita akan produktif? bawaanya lemes, ngantuk dan bahkan tidak bersemangat untuk memulai hal-hal lain. 1.        1. Bangun lebih pagi Bangun pagi membuat badan lebih segar dan bisa melakukan beberapa hal-hal baik sebelum melakukan aktivitas. Agar bangun pagi dan teratur, hindari begadang. Tidur yang cukup membuat badan segar dipagi hari dan menghindari penuaan dini. Tidur yang cukup sangat baik agar tetap awet muda. 2.        Minum air putih yang banyak Air putih sangat di butuhkan oleh tubuh. Selain membuat badan lebih sehat, air putih maerawat kulit dari kekeringan dan keriput. Untuk kecantikan dan kesehatan 3.        Meditasi Agar lebih fokus dan mengalir meditasi akan membuat otak lebih fokus. Meditasi bisa dilakukan   lew...