Namanya adalah bu Yanti, dia guru biologiku ketika SMA dulu. Perwakanya kecil dan jalanya cepat. Dia guru yang pintar dan modern. Saat semua guru masih manual menjelaskan denga papan tulis, bu yanti sudah menggunakan power point untuk menjelaskan materi. Kebanyakan dari guru sering bercerita tentang kisah hidupnya atau kisah-kisah tidak penting lainya, mungkin maksudnya adalah untuk menginspirasi. Sayangnya kita sebagai murid terkadang bosan dan jenuh jika guru hanya membahas hidupnya sendiri. Bu Yanti hanya menjelaskan materi. Memang seperti akan membosankan jika hanya berkutat mengurus materi. Tapi ternyata sangat menyenangkan. Biologi adalah satu-satunya bidang pelajaran yang aku sukai di kelas. Entah karena gurunya pintar menjelaskan atau memang kharismanya dalam mempengaruhi murid.
Bu Yanti selalu memperhatikan hal-hal kecil tentang muridnya. Bahkan sebuah nama. Kebanyakan hanya murid yang mengenal nama gurunnya. Jarang sekali guru tahu nama-nama muridnya. Karena hanya ada dua tipe murid yang dikenal guru. Yaitu murid yang nakal dan murid terpintar. Sering beberapa guru kadang hanya terpfokus pada murid-murid yang pintar saja. Sedangkan murid figuran sepertiku yang hanya punya nilai rata-rata dan tidak populer tak banyak guru yang mengenalku.
Bu yanti selalu memberi tugas yang banyak. Saat semua orang mengeluh beban tugas yang banyak, aku malah senang dan semakin penasaran.
Bu yanti hanya mengajar biologi ketika aku kelas X. Kelas XII diganti guru lain. Tapi pelajaran matematika yang ia ajarkan. Sama seperti Biologi, matematika pun menjadi menyenangkan. Sebenarnya pelajaran Matematika itu menyenangkan ketika guru yang mengajarkan tepat dan bisa dimengerti. Dulu ketika Sdpun begitu. Satu-satunya pelajaran yang membuatku bersemangat sekolah adalah Matematika. Guruku pak Muksin sangat pintar mengajar kami. Pak Muksin adalah guru yang selau kuingat.
Berbeda dengan bu Yanti pak Muksin punya cara unik menghapalkan nama muridnya.yaitu sering memanggil nama muridnya dengan singkatan misal Ahmad Yajid ia singkat jadi AhYaj. Ada banyak guru yang ku ingat, tapi guru-guru yang paling ku ingat adalah guru-guru yang mengenal namaku. Guru yang memanggil namaku dan sangat kenal denganku.
Mereka adalah guru selalu mengingat nama muridnya. Maka sepanjang hidupku aku juga mengingat namanya
Mengingat nama murid adalah hal kecil, tapi itu membekas Mengingat sebuah nama adalah hal yg sepele. Tapi punya dampak besar pada ingatan seseorng. Karena merke merasa di hargai. Dianggap ada
Komentar
Posting Komentar