Tadi pagi ketika akan berangkat kerja aku bertemu dengam topeng monyet dijalan.
Si monyet terikat rantai besi di leher, di kendalikan oleh manusia. Ketika mulai beraksi banyak ibu-ibu beserta anak-anaknya gembira sekali menyaksikan tingkah si monyet yang menggemaskan. Anak-anak tertawa riang, mereka terlihat sangat bahagia. Sungguh pemandangan yang miris bagiku. Manusia merenggut kebebasan hewan dan mengendalikan semua yang dikehendakinya.
Sejak ribuan tahuan yang lalu, manusia memang makhluk biadab dan sangat egois. Serakah dan perusak. Ribuan bahkan jutaan spesies punah akibat ulah manusia. Betapa kejamnya. Ketika melihat topeng monyet,hewan kecil tak berdaya di permainkan, bahkan anak-anak sangat riang menyaksikannya. Secara tidak langsung, manusia sudah menanamkan kebiadaban sejak kecil, sejak anak-anak.
Aku mencintai hewan, menyayangi tumbuhan. Bagiku, aku dan mereka tiada beda. Kita semua makhluk Tuhan,.
Saya menyaksikan topeng monyet tadi pagi.
Anak-anak terlihat sangat bahagia menyaksikan hewan kecil bertubuh ringkih bertingkah kesana kemari dikendalikan oleh manusia, dituntun dengan rantai besi yang diikat keleher. Bukan pemandangan yang baru, namun tiba-tiba aku berpikir sungguh pemandangan yang miris, secara tidak langsung, orang tua mereka mengajarkan kebiadaban sejak dini pada anak-anaknya. Sebagai manusia, bukan berarti kita bisa seenaknya mengendalikan makhluk lain.
Bukan saja monyet, hewan seperti anjing, kucing dan lainya yang dianggap peliharaan bagi manusia. Dipermainkan sesuka hati. Mencuri ikan di pukul, mencakar anak kecil dihukum. Kucing ataupun anjing jika di alam mereka bebas. Mencari makan sesuka hati, menjelajah sungai, hutan dan lainya. Mereka bebas, mereka bahagia. Kenapa manusia merenggutnya. Tidak cukupkan ayam, sapi dijadikan santapan untuk keserakahan kita.
Aku benci orang-orang yang memelihara hewan, mereka mengambil semua kebebasan makhluk Tuhan. Kita tiada berbeda denga mereka, jadi kenapa kita meresa paling istimewa yang bisa mengendalikan semua makhluk.
Saya mencintai lingkungan oleh karena itu saya sangat membenci orang-orang yang membuang sampah sembarangan, saya hidup di desa yang masih asri, masih alami, udaranya segar. Sehingga ketika datang ke kota banyak sekali kerusakan-kerusakan akibat ulah manusia. Saya selalu membawa kantong plastik di tas, sehingga ketika membeli sesuatu ke alfamart atau indomart saya tidak membeli plastik baru, saya menggunakannya berulang-ulang. Saya juga mengurangi penggunaan tisu. Tidak sedikit-sedikit pakai tisu.
Saya juga mencintai hewan. Sejak ribuan tahun yang lalu manusia membuat punah beberapa hewan.
Beberapa hewan terjebak dan menjadi mainan manusia. Mereka dikekang kebebasannya. Saya mencintai hewan, walau pun tidak telalu menyukainya
Buang sampah sembarangan, penggunaan tisu seenaknya, penggunaan kertas secara berlebihan adalah salah satu cara agar bumi ini cepat rusak.
Membiasakan diri mengurangi penggunaan tisu
Komentar
Posting Komentar