Usia tiga puluh idealnya seseorang itu sudah menggapai mungkin setidaknya setegahnya dari mimpinya. Usia 30 idealnnya sudah menikah, punya anak, karir meningkat, usia 30 idealnya Sebagian kehidupan telah sukses di jalankan. Begitulah aku menggap seorang manusia pada usia 30 sudah mencapai banyak hal. Karena Sebagian postingan teman-temanku begitu, telah suskses menjadi seorang istri, telah sukses menjadi seorang ibu, telah sukses di karirnya dan lain-lain.
Namun disinilah aku terdampar, aku masih menjadi Perempuan yang biasa saja, aku tidak punya pengalaman kerja yang banyak, aku juga belum menikah, aku tidak punya bisnis, aku tidak punya uang tabungan bahkan dana darurat sekalipun. Orang mungkin akan berpikir bahwa aku seorang pecundang, yah akupun berpikir betapa pecundangnya diriku. Setidaknya kalaupun di karir gagal karena salah jurusan, setidaknya dalam relationsip aku berhasil sudah punya suami dan lainya.
Aku adalah generasi sandwich, banyak mimpi yang terkubur, banyak keinginan yang tertunda dan banyak hal yang tidak bisa ku lakukan seperti manusia ideal pada umumnya. Aku merasa di relationsip sangat tidak pintar, aku tidak bisa mendekati cowok atau bahkan menarik perhatian. Di dalam karir aku hanya seorang staff yang tidak berubah sejak aku mulai bekerja di Perusahaan yang sama selama 5 tahun. Akupun berada di kota yang sama karena takut akan memulai sesuatu, aku takut Ketika resign aku akan mendapatkan pekerjaan yang lebih burukk, teman-teman yang lebih buruk bahkan lingkungan yang buruk.
Namun. Dalam tahun-tahun yang sangat membosankan itu aku memberanikan diri untuk keluar dari zona nyaman, mencari kerja di daerah Jakarta dan mencoba banyak hal baru yang belum pernah aku coba meski usiaku sudah hamper 30.
Lalu resignlah aku dari Perusahaan lamaku dan mendapat pekerjaan baru di kota Jakarta, disinilah aku mencoba MRT, LRT, TJ, Jaklingko dan lainya. Betapa menyenangkanya hidup di kota besar. Banyak mimpi-mimpi yang sempat terkubur berdatangan lagi, banyak keinginan-keingininan yang tertunda mulai ku cicil lagi dan disinilah aku mulai berpetualang mencoba hal baru, merasakan banyak hal, di usia 30 yang idealnya sudah menjadi seseorang atau sesuatu.
Dlu aku sangat malu mengatakan pada dunia bahwa aku bukan siapa-siapa, dulu aku sangat malu bekerja di Perusahaan kecil dan hanya menjadi staff. Namun kini aku ingin meneriakannya kepada dunia bahwa tidak apa-apa hanya menjadi orang biasa, tidak apa-apa tidak menjadi siapa-siapa, tidak apa-apa belum menikah di usia 29, tidak apa-apa untuk hidup apa adanya, tidak apa-apa memulai petualangan baru di usia berpapaun
Komentar
Posting Komentar